Sabtu, 23 Mei 2015

aku rindu, Mom

 12 desember 2004

Pahatan hitam tergores indah diatas kayu.
Untuk pertama kalinya aku menangis melihat sebuuah hal yang kau sukai.
Aku selalu menyukai apapun bentuk tulisan.
Tulisan itu indah,
Terlebih dengan sebuah kalighrafi diatasnya.
Tapi ini tidak.
Nama terindah bagi ku, terukir diatas sebuah kayu halus berbentuk kubah masjid.
Pemiliknya?
Tengah terlelap dengan senyum yang terhias diwajahnya.
Aku seharusnya tersenyum melihatnya tersenyum.
Tapi ini tidak. Bahkan aku tak sanggup untuk melihatnya.
Keramaian menyeruak diantara kesedihanku.
aku masih anak-anak untuk terlalu mendalami apa yang seharusnya akan aku rasakan.
yang aku tau, hanya setelah ini aku takkan pernah melihatnya tersenyum membangunkan tidur ku.


Saat ini, 23 mei 2015

sudah lama aku menampung air mata yang seharusnya tidak harus ditahan.
aku hanya tidak ingin mengangguk saat dia meminta untuk keluar dari kedua mataku.
jujur, aku hanya ingin terlihat kuat
terlihat tegar. sebagai seorang wanita tangguh.
itu hanya bayangan.
nyatanya?
aku menyerah,
aku menangis dalam keramaian.
rasa rindu itu semakin kuat saat aku menahannya.
aku merinduannya. SANGAT
rindu ini terasa menyakitkan.
aku rindu
rindu dan rindu

aku yang saat ini menjadi menyerah dan kembali menjadi anak yang benar-benar menangis karna kerinduan pada nya. Aku iri dengan apa yang selalu aku lihat. aku iri saat ingin bercerita dengan dia yang ucapannya menghangatkan hati.

mah, aku rindu. datanglah dan tersenyumlah untukky meski hanya dalam mimpi. 

Selasa, 19 Mei 2015

Masih berjalan?

Apakah dia?
Apakah dia yang benar-benar aku cintai?
Hingga aku bisa mencintai nya walau kekurangan?
Hingga aku bisa bertahan,
Meski tak pernah dianggap ada?
Saat ini,
Aku seperti budak yang mengikuti bayangannya.
Nyatanya?
Entah berada dimana.
Akankah sanggup?
Bertahan dan terus bertahan.
Menunggunya hingga ia tau aku disini.
Masihkah aku tersenyum saat dia melihat ku?
Benarkah dia?
Benarkah dia yang mengisi hatiku.
Hujan, bisakah menjawabnya?
Angin, dapatkah memberi sebuah kode?
Bumi, tunjukkan semua itu, apakah bisa?
Diakah itu?
Yang saat ini aku cintai
Akankah dia yang aku cintai saat ini menjadi selamanya?

Itukah rasanya?

Aku, yang hanya duduk sendiri.
Kadang merasa damai dan tentram.
Tersenyum bersama hembusan angin dan sinar matahari yang menusuk wajah.
Namun,
Saat itu pula aku terdiam.
Keramaian menghampiri, bersama pasangan nya.
Aku hanya sendiri.
Tersenyum paksa, mengangguk meramaikan.
Kalian tau aku sedih?
Kalian tau aku ingin?
Kalian tau aku cemburu?
Bukan cemburu karna ingin.
Hanya cemburu dengan ketidak kuatanku menahan nafsu ini.
Aku ingin begitu, seperti kalian.
Tapi aku sadar aku tidak bisa. Aku terlalu lemah.
Aku bersembunyi dibalik senyum ini.
Menguatkan diri bahwa aku BISA.
Aku tau aku mampu, meski hanya sekejap.
Cinta? Itukah rasanya?
Kebahagiaan dan selalu penuh dengan kebahagiaan.
Seperti yang aku lihat saat ini.
Tertawa, dan menggeliat manja.
Aku bisa?
Bagaimana rasanya jika itu aku?
Sama kah?
Atau berbeda?
Itu kah rasanya?