12 desember 2004
Pahatan hitam tergores indah diatas kayu.
Untuk pertama kalinya aku menangis melihat sebuuah hal yang kau sukai.
Aku selalu menyukai apapun bentuk tulisan.
Tulisan itu indah,
Terlebih dengan sebuah kalighrafi diatasnya.
Tapi ini tidak.
Nama terindah bagi ku, terukir diatas sebuah kayu halus berbentuk kubah masjid.
Pemiliknya?
Tengah terlelap dengan senyum yang terhias diwajahnya.
Aku seharusnya tersenyum melihatnya tersenyum.
Tapi ini tidak. Bahkan aku tak sanggup untuk melihatnya.
Keramaian menyeruak diantara kesedihanku.
aku masih anak-anak untuk terlalu mendalami apa yang seharusnya akan aku rasakan.
yang aku tau, hanya setelah ini aku takkan pernah melihatnya tersenyum membangunkan tidur ku.
Saat ini, 23 mei 2015
sudah lama aku menampung air mata yang seharusnya tidak harus ditahan.
aku hanya tidak ingin mengangguk saat dia meminta untuk keluar dari kedua mataku.
jujur, aku hanya ingin terlihat kuat
terlihat tegar. sebagai seorang wanita tangguh.
itu hanya bayangan.
nyatanya?
aku menyerah,
aku menangis dalam keramaian.
rasa rindu itu semakin kuat saat aku menahannya.
aku merinduannya. SANGAT
rindu ini terasa menyakitkan.
aku rindu
rindu dan rindu
aku yang saat ini menjadi menyerah dan kembali menjadi anak yang benar-benar menangis karna kerinduan pada nya. Aku iri dengan apa yang selalu aku lihat. aku iri saat ingin bercerita dengan dia yang ucapannya menghangatkan hati.
mah, aku rindu. datanglah dan tersenyumlah untukky meski hanya dalam mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berikan komentar yang membangun, yang bisa membawa saya kepada arah yang lebih baik. jika salah ingatkan, jika benar, yakinkan bahwa saya masih penuh dengan kekurangan.